Tabligh Akbar & Santunan Anak Yatim Bersama Prof. Dr. Hamid Silmi

tabligh-33-of-76Berikut ini adalah Ringkasan Tauziah Prof. Dr. Hamid Slimi yang disarikan oleh rekan Riza Anshari. Penerjemah kita adalah Ustad Pranggono.

Rasulullah bersabda dalam hadits sahih, orang yang peduli anak yatim dan janda sama dengan orang yg berjihad fi sabilillah atau dalam riwayat lain sama dengan shalat tahajjud setiap malam di sepanjang hidupnya.

Apabila kita mengusap kepala anak yatim, maka untuk setiap helai rambut anak yatim tersebut, Allah akan mengganjar dengan 10 kebaikan.

Melalui hadist qudsi dan rasulNya Allah menerima shalat hambanya selama dia rendah hati, peduli pada sesamanya, pada anak yatim, dan para janda.

Memberikan kebaikan kepada orang yg beriman merupakan perbuatan yg sangat besar ganjaran pahalanya.

Fenomena belakangan ini , tampak manusia lebih percaya kepada rumor daripada berita yang disampaikan oleh Allah dan rasulNya. Manusia lebih banyak percaya kepada berita bohong yang tersebar di media sosial. Sesungguhnya Rosulullah SAW pernah menubuatkan bahwa akan datang zaman di mana ada besi yang bisa terbang, akan tiba zaman di mana para suami pergi ke masjid sementara istrinya ditinggalkan di dalam kotak (mobil).

Rosulullah juga mengabarkan, akan tiba zaman di mana para wanita mengenakan pakaian, namun terlihat layaknya tidak berpakaian.

Rasulullah SAW juga mengabarkan bahwa akan datang zaman dimana orang yg bercermin tidak lagi mengucap doa, melainkan mengumpat dan berusaha mengubah bagian tubuh yang terlihat di cermin yang dianggapnya kurang bagus/cantik.

Rasulullah juga mengabarkan dimana akan datang suatu masa dimana amat mudah menyampaikan pesan.

Rasulullah mengabarkan, bahwa akan datang suatu zaman dimana bangsa atau umat lain akan mencabik-cabik umat islam selayaknya binatang buas mencabik-cabik mangsanya. Sahabat bertanya, apakan jumlah ummat islam pada waktu itu sedikit? Rasulullah bersabda bahwa jumlah ummat islam banyak, namun bagaikan buih di lautan. Umat islam pada masa itu terkena penyakit wahn, yaitu penyakit cinta dunia dan takut mati.

Rasulullah selalu berpesan kepada para sahabat ketika hendak mulai shalat, bahwa shalatlah seperti shalat yg terakhir.

Marilah berjanji dan berkomitmen untuk melakukan tiga perkara berikut :

1. Shalat di awal waktu dan secara berjamaah.

Perkara pertama yang akan ditanya oleh Allah nanti di akhirat adalah masalah shalat. Apabila shalatnya bagus, maka perkara lain Allah akan anggap bagus, dan sebaliknya bila shalatnya rusak, rusaklah semua amalan lainnya.

Surat Al Kautsar turun karena nabi diolok-olok oleh kaumnya karena nabi saw tidak memiliki anak laki-laki yg bisa meneruskan garis keturunannya.

Al Kautsar berarti nikmat yg banyak yang Allah berikan kepada ummat Muhammad. Karena itu, shalat lah.

2. Lakukan shalat secara berjamaah.

Iblis enggan menggoda orang-orang yang sedang shalat berjamaah.

Penggunaan kata “kami” pada ayat-ayat surat Al Fatihah menunjukkan bahwa berjamaah adalah hal mendasar dalam islam. Iblis menggoda orang yang sholat sendirian sebagaimana serigala mengincar kambing yang sendirian.

3. Berkhidmat/melayani kepada ummat.

Nabi ibrahim AS diberikan kedudukan yang tinggi di hadapan Allah karena khidmat kepada ummat.

Tiga perkara di atas akan menjadi indah ketika dibingkai dengan akhlakul karimah.

Semoga Allah SWT meridhoi kegiatan ini dan bisa menjadi amal ibadah yang bisa bermanfaat bagi kita semua.